Month: June 2018

Pina Colada Syntagi

Hai, Netolia alis Netizen Anatolia jumpa lagi dengan Ravina!!! *wink-wink Kali ini Ravina akan membagi satu resep yang berasal dari Ianthe Syntagi. Setelah Bloody Syntagi menjadi minuman paling diinginkan beberapa pekan lalu, beberapa pabrik mulai memproduksi minuman itu secara masal. Jurnal digital-nya juga ramai diunduh hingga server pemerintahan down selama tiga hari pertama. Ravina tidak sendirian kali ini, Netolia mania. Ada satu cowok ganteng yang menemani. Pssstt!! Tenang bukan Tuan Liron yang sombong itu yang ada, tetapi cowok ganteng lain yang begitu digandrungi di seantero kebun binatang Anatolia karena kepalanya dikira padang rumput. “Ouch! Sakit! Ini kepala bukan samsak...

Read More

Surat 17 & 18

Gian sayang, Aku baru saja turun dari bis ketika aku menyadari kalau kamu enggak membalas chat-ku seharian—sejak pagi. Aku berhenti sebentar dan memeriksa ponselku. Enggak ada kabar darimu sama sekali. Aku hanya tahu bahwa chat terakhir yang aku kirimkan kamu baca siang tadi. Itu saja. Sekarang sudah hampir malam di tempatku dan itu artinya; lebih dua belas jam kamu enggak menghubungiku sama sekali. Sampai di apartemen, aku menyalakan laptop dan melihat kalau terakhir aku mengirimkan email untukmu itu hampir sebulan yang lalu. Aku juga baru sadar kalau telepon terakhir kita lebih sepekan yang lalu. Gian, kita ini kenapa? Memang...

Read More

Dua: Rino (Bagian-3)

Teman Rino bukan hanya aku saja. Dia populer—lebih populer dari yang aku tahu sebelumnya. Masuk pertengahan semester, aku tahu dari beberapa anak cowok yang kadang mengobrol denganku di luar kelas kalau mereka suka main ke rumah Rino dan bahkan sampai menginap. Sepertinya mereka tidak datang—dan menginap—di hari yang sama dengan kedatanganku karena aku tidak pernah bertemu dengan mereka. “Mau langsung pulang?” tanya Rino siang itu, berusaha menyamakan langkahku di selasar. Teman sebangkuku, Nina namanya, berjalan di sampingku dan ketika Rino mendekat, dia malah menjauh. Melambaikan tangan sambil senyum-senyum dan bergabung dengan sekumpulan cewek lain yang juga sedang berjalan keluar...

Read More

Ramuan Tiga

Suara orang yang berteriak membuat Liron tersentak. Kelopak matanya mengembang terbuka. Dia mendengus sesaat lalu kembali menaruh lengan di atas kening. Masih ingin tidur sebentar lagi, perjalanan dari Anatolia cukup melelahkan. Apalagi menghadapi pemeriksaan di pos keluar, fraksi Renfrew kadang menyebalkan dengan urusan surat izin apalagi jika berurusan dengan Ianthe. Setidaknya rumor yang berkembang kalau anggota Ianthe adalah seorang kutu buku yang keras kepala dengan bentuk wajah mirip tabung reaksi cukup berhasil membuat banyak orang dari fraksi lain menyediakan stok antipati. Meski, wajahnya sama sekali tidak mirip botol. Dia tampan dan memesona tentu saja dengan otak paling cemerlang di...

Read More

Surat 15 & 16

Gian sayang, Kamu bercerita padaku di malam itu—sewaktu kita sama tidak bisa tidur walaupun lelah—kalau kamu jatuh cinta pada perempuan yang sejak kali pertama kamu lihat fotonya, entah mengapa kamu tahu kalau dia akan jadi milikmu. Sekarang kamu tahu kalau itu benar adanya, dia milikmu, tapi tidak sepenuhnya. Kamu bercerita tentang perasaan-perasaan baru, yang belum pernah kamu tahu sebelumnya, yang ketika kamu rasakan, kamu memahami kalau yang dulu-dulu itu semu. “Bahwa cinta enggak serumit itu,” katamu, “cinta itu sederhana seperti apa yang kamu ingin bisa dijelaskan dalam satu kalimat pendek saja.” Aku balas dengan membantah, “Kalau benar demikian, pembicaraan...

Read More
  • 1
  • 2