Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Author: Desi Ra

Tunda Besok

Lea merebahkan tubuhnya di atas ranjang begitu sampai di kamar miliknya. Seketika rasa penat dan lelah itu sirna begitu punggungnya menempel di sana. Pekerjaan hari ini cukup melelahkan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kenapa? Karena, para manusia yang sama-sama sulit untuk memahami, terlebih untuk bersabar. Crek! Seseorang membuka pintu kamarnya dan bertanya, “Le, kenapa baru pulang?” Lea menatap Ibunya dan menjawab dengan singkat, “lembur.” “Kamu sudah makan?” “Belum.” “Ibu sudah masak.” “Iya.” Sesingkat itu percakapan Lea dan Ibunya setiap habis pulang bekerja. Tidak ada pembahasan menarik yang membuat keduanya berbincang lebih lama.   Lea mendesah pelan menatap langit-langit kamar yang dihiasi...

Read More

Untuk Ibu

Tatiana baru saja lulus sebagai sepuluh siswa terbaik di universitas ternama di kotanya. Dengan membawa gelar Sarjana Ekonomi, Tatiana akan membawa kehidupannya menjadi lebih baik. Tepat di hari Senin ini, hari di mana kedua kakinya berada di depan gedung bertingkat dengan dinding berlapis kaca. Tatiana tersenyum lebar dan melangkah masuk ke dalam gedung. Menaiki lift untuk sampai di lantai lima dan bertemu salah seorang staf HRD. Masih dengan senyuman lebar, kedua kakinya melangkah keluar dari dalam lift dan berjalan menuju lorong sebelah kiri, sehingga sampailah di depan sebuah pintu pintu kaca. Jemarinya mendarat di sana membuat gerakan mengetuk. Silahkan masuk!” Suara itu muncul dari dalam sana membuat Tatiana berani membuka pintu dan melangkah masuk. “Selamat pagi, Pak Arif, perkenalkan saya Tatiana yang mau bekerja di perusahaan, Bapak,” tutur Tatiana dengan ramah. “Silahkan duduk,” pinta Pak Arif menunjuk pada kursi di hadapannya. Tatiana mengangguk dan menghempaskan pantatnya di atas kursi. “Tatiana Septiany, apa benar?” tanya Pak Arif seraya membaca CV milik Tatiana yang berada di atas meja. Tatiana mengangguk, “Benar, Pak.” “Tatiana, apa saya boleh bertanya satu hal?” “Silahkan, Pak!” “Selama kuliah, siapa yang membayar semua biaya kuliah kamu, sampai lulus menjadi Sarjana Ekonomi sebagai lulusan terbaik pula?” “Semua yang menangggung beban biaya kuliah saya, Ibu saya, Pak. Kebetulan Ayah saya sudah meninggal ketika saya SMP,” Tatiana menjawab dengan sopan. “Apa Ibu kamu menikah lagi?” “Tidak, Pak. Beliau fokus mengurusi...

Read More

Angel Falls

Oh, Angels Falls…. Tepat di mana aku berdiri merasakan desiran angin, membelai halus poriku. Aku teringat akan satu wajah. Dia tersimpan dengan nyata dalam pikiranku, serta mengisi kosongnya ruang hatiku. Hempasan air yang jatuh membasahi setiap tubuhku, membalut luka yang telah tercabik. Oh, Angels Falls…. Kuhirup segala desakan pahit, dengan sabar aku menelannya. Penawar apa yang pernah kudapat selain sentuhannya. Usapan halus jemarinya di setiap derai air mataku. Angels Falls … bagai dentuman drum, jantungku terhentak setiap kehangatan tubuhnya mendekapku. Oh, Angels Falls…. Dapatkah aku tetap tinggal di sana? Menjadi miliknya sampai Tuhan berkata kami harus berhenti. Aku tidak...

Read More