Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Author: Gian Habib

Surat 3 & 4

Catatan: Dua surat ini adalah surel yang dikirim ketika Pacar sedang ada di perjalanan. Masih juga bicara tentang rindu. Beberapa surat ada yang dikirimkan lewat pos dan kadang sambil mengirimkan barang-barang lain. From: anne.of.green.gables@gmail.com To: giant.brave@xxxxx.com Gian sayang, Kamu bicara tentang rindu seolah benar kamu tahu rasanya. Seperti orang yang menahun menahan dan rasa itu pun berubah jadi rindu-dendam. Aku setuju kalau rindu itu lebih dibanding kangen yang hanya selintas-lalu rasa ingin untuk bertemu atau bersama. Aku kangen terus denganmu. Tapi tidak dengan merindukanmu. Dilan benar, rindu itu berat—tapi aku kuat. Bukan tidak ingin aku merindukanmu, bukan. Hanya saja,...

Read More

Surat 1 & 2

Gian sayang, Jakarta mendung sejak kemarin tapi hujan enggak turun-turun. Bagaimana dengan di kotamu? Dua minggu setelah pertemuan kita yang terakhir itu, kota ini rasanya berbeda. Kamu percaya enggak kalau satu-dua hal yang terjadi padamu bisa mengubah cara pandangmu terhadap sesuatu? Misalnya, pagi ini, sewaktu aku berjalan di jembatan penyeberangan di depan Gramedia Matraman, rasanya … langit jadi lebih muram, mobil-mobil di bawah jembatan itu berjalan lebih pelan, dan toko buku yang biasanya tampak megah itu, anehnya, menjadi sunyi. Aku berhenti tepat setengah jalan. Mengeluarkan ponsel dan hampir saja mau meneleponmu, tapi kuurungkan. Apa yang mau aku katakan? Bahwa...

Read More