Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Author: Kell Rawallangi

May

Sekarang…. Saya akan melakukannya sekarang…. Demi Tuhan, saya akan melakukannya sekarang. Dalam hati Tara terus mengucapkannya, bahkan sudah ia tekadkan sejak bangun tadi pagi.Saking bulatnya itu tekad,ia sampai tidak mengindahkan acara perpisahan yang sudah dinanti teman-teman satu angkatannya selama tiga tahun; sebuah pesta yang menyatakan bahwa masa terindah hidupmu telah usai,masa terbaik penuh cerita suka dan sukamu telah berakhir,masa yang akan kamu kenang selamanya telah bubar, tamat,  uwis. Masa SMA. Tara tidak berhenti memusatkan pandangannya ke seseorang yang duduk di barisan dua dari belakang.  Kalau saja Cikal, teman satu band-nya tidak mengingatkan dia untuk persiapan sebelum tampil, niscaya lehernya akan salah urat karena ia duduk di barisan dua dari depan. * “Ayam saya kemarin juga suka bengong, besoknya mati, persis kaya kamu sekarang.” Cikal mengomentari Tara yang sudah bengong sambil menengok ke belakang dari pertama datang satu jam yang lalu. “Ayammu jatuh cinta juga?” balas Tara. “Enggak, dia bengong dengan alasan yang lebih logis dan saintifik, dikagetin tetangga saya pake uler-uleran.” “Jatuh cinta juga logis!” Tara nyengit. “Enggak dalam kasusmu.Campuran kimiawinya ada yang salah, membuatmu lebih mirip kesambet jin ketimbang jatuh cinta.” Cikal bukan menyindir, ia mengatakan yang sebenarnya.Sudah tiga tahun Tara menyimpan rasa pada seseorang, dan tidak sekali pun ia ungkapkan. Yang ada hanya ia terdiam dan membeku setiap kali memandangnya, lurus menatap langkahnya yang agak mengangkang, namun gemulai di matanya Tara. Hatinya terpaku setiap kali gelung rambut...

Read More

Kevin

Pagi itu kembali kudapati Kevin dengan kekasih barunya. Ia sudah berganti pacar tiga kali sejak dua hari lalu. Padahal baru kemarin sore saya lihat dia sedang berasmara di kebun belakang rumah yang entah sejak kapan sudah menjadi wilayahnya untuk membuang sperma. Langkahnya sombong dengan wajah mendongak, kadangkala ia menengok ke belakang, memastikan pacar barunya tidak tertinggal oleh langkahnya yang tegas dan berjarak-jarak. Tidak peduli tatapan orang dan tetangga, ia tetap berjalan angkuh. Banyak sudah orang mengatakan kepada saya, untuk tidak lagi bergaul dengan Kevin, termasuk orang tua saya. Katanya, kevin itu sangat berbahaya, dia juga jorok, jarang mandi dan...

Read More