Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Author: Ririn Ayu

Resep Lima

Bibirnya seketika saling mendekat, pemuda itu sekarang menarik kepala Cassie. Deru napas saling bertumbukan kasar di udara. Pemuda itu menekan bibir gadis itu semakin dalam. Tidak lama tubuh Cassie terhempas di atas bantal saat jari-jemari itu menjamah setiap jengkal kulitnya. Bibir mereka yang saling menaut kini terlepas. “Aku ingin lebih,” bisik pemuda itu ketika wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. Cassie tidak bergerak atau pun mengangguk, napasnya tersentak keluar kala telapak tangan pemuda itu membungkam mulutnya. Napasnya menampar pipi Cassie lalu hidungnya menyentuh tulang rahangnya saat bibir pemuda itu sekarang bergerak ke leher. Bukan ciuman basah dan hangat yang...

Read More

Ramuan Empat

“A-apa ini?” Suara Cassie tertahan, jelas sekali nampak ketakutan. Ujung jemarinya mengusap bibir. “Racun!” sahut Liron sembari memiringkan kepala. Mata Cassie membola. “Ra-racun?” tanyanya dengan suara gemetar. “Ya.” “Apa kau sudah gila? Bagaimana kalau aku mati!” Cassie berteriak kencang matanya membelalak. Liron tersenyum sesaat, dia benar-benar merasa sangat ingin tertawa sekarang. Akan tetapi, melihat gadis tidak sopan di depannya ini memelototkan mata lalu berteriak dalam kepanikan membuatnya sedikit senang. Senang karena tidurnya yang terganggu akan terbalaskan dengan tuntas. “Kau yang mengambilnya sendiri, bukan aku.” Bahunya terangkat bersamaan, ingin menambahkan efek dramatis bahwa racun itu memang pilihan Cassie sendiri dan...

Read More

Pina Colada Syntagi

Hai, Netolia alis Netizen Anatolia jumpa lagi dengan Ravina!!! *wink-wink Kali ini Ravina akan membagi satu resep yang berasal dari Ianthe Syntagi. Setelah Bloody Syntagi menjadi minuman paling diinginkan beberapa pekan lalu, beberapa pabrik mulai memproduksi minuman itu secara masal. Jurnal digital-nya juga ramai diunduh hingga server pemerintahan down selama tiga hari pertama. Ravina tidak sendirian kali ini, Netolia mania. Ada satu cowok ganteng yang menemani. Pssstt!! Tenang bukan Tuan Liron yang sombong itu yang ada, tetapi cowok ganteng lain yang begitu digandrungi di seantero kebun binatang Anatolia karena kepalanya dikira padang rumput. “Ouch! Sakit! Ini kepala bukan samsak...

Read More

Ramuan Tiga

Suara orang yang berteriak membuat Liron tersentak. Kelopak matanya mengembang terbuka. Dia mendengus sesaat lalu kembali menaruh lengan di atas kening. Masih ingin tidur sebentar lagi, perjalanan dari Anatolia cukup melelahkan. Apalagi menghadapi pemeriksaan di pos keluar, fraksi Renfrew kadang menyebalkan dengan urusan surat izin apalagi jika berurusan dengan Ianthe. Setidaknya rumor yang berkembang kalau anggota Ianthe adalah seorang kutu buku yang keras kepala dengan bentuk wajah mirip tabung reaksi cukup berhasil membuat banyak orang dari fraksi lain menyediakan stok antipati. Meski, wajahnya sama sekali tidak mirip botol. Dia tampan dan memesona tentu saja dengan otak paling cemerlang di...

Read More

Resep Empat

Jika ada hal yang menakutkan untuk Cassie hanya dua, yaitu jatuh cinta dan kehilangan indra pencicipnya. Jika jatuh cinta itu racun maka indra perasa itu seperti sebuah penawar juga harapan untuknya. Rasanya pasti akan menyakitkan kalau kehilangan keduanya. Soal ketakutan pertamanya, dia takut jatuh cinta. Bukan karena angkuh atau banyak memilih, dia tidak ingin patah hati. Patah hati mungkin hanya sejenis kasus kesedihan akibat kehilangan bagi orang lain, akan tetapi untuknya penyakit satu ini bisa membunuhnya secara tiba-tiba. Dia memang menderita penyakit aneh yang mungkin bisa membunuhnya kapan saja. Sindrom yang mungkin membiarkannya hidup, tetapi dalam fase kering cinta...

Read More