Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cerpen Pembuka

Aksarayana dibuka dengan tiga hadiah yang cantik, manis, dan menyenangkan.

Tuta dan Mika bicara tentang potong kuku. Mika bilang kalau Tuta terlalu keras pada dirinya sendiri karena memotong kukunya mulai dari jari tangan kanan. Mika sendiri menilai kalau dirinya berkebalikan dengan Tuta. Octa Nurhasanah

Penulis

Aku tidak tahu kapan persisnya perasaan itu datang. Yang kuingat adalah pagi-pagi saat aku resah menunggu kehadiran Khalid. Degup-degup tak menentu saat kami berbagi earphone untuk mendengar lagu. Atau perasaan kecewa yang kutelan berkali-kali setiap kali Khalid mengabariku tentang pacar barunya di kelas lain.

Erlin Natawiria

Penulis

“Dia menyelamatkan nyawaku lebih banyak daripada sebaliknya,” jawabku. Tak ingin kesal lebih jauh, aku bersandar ke pintu kereta dan kembali menerawang. “Perang sudah usai. Mestinya semua orang sudah bisa pulang, dan memulai semuanya lagi dari awal.”

RD. Villam

Penulis