Aku tidak tahu kapan persisnya perasaan itu datang. Yang kuingat adalah pagi-pagi saat aku resah menunggu kehadiran Khalid. Degup-degup tak menentu saat kami berbagi earphone untuk mendengar lagu. Atau perasaan kecewa yang kutelan berkali-kali setiap kali Khalid mengabariku tentang pacar barunya di kelas lain.