Ramuan Dua

by | May 20, 2018 | Heartbreak Recipe | 0 comments

Pemuda itu memainkan jemarinya, menurunkan laman-laman website untuk mencari fakta tentang Cassie, gadis yang patah hati itu.  Beberapa kali dia menarik ke atas kacamata yang terus saja melorot. Terkadang dia juga memijat pelipis sementara matanya tetap fokus pada setiap laman pencarian yang muncul.

Dia sudah melakukannya lebih dari dua jam sejak kepulangannya dari laboratorium. Namun, dia tidak menemukan apa pun. Padahal seharusnya jejak-jejak patah hati mudah terlihat dengan banyaknya status galau atau postingan amarah. Namun, laman sosial media milik gadis ini bersih. Sebagai manusia, dia rentan patah hati dan seharusnya memiliki kecenderungan yang nyaris sama karena pola hidup manusia terkesan monoton. Mereka akan menyampaikan semuanya di media sosial. Ekspresi, sifat dan karakteristik bisa dilihat dari setiap postingan mereka. Sialnya, Cassie ini sangat bersih hingga sulit sekali dirunut.

Liron memiringkan kepala. Ada aneh, gadis ini benar-benar aneh. Mungkin gadis ini berbeda dan cukup unik sehingga dia membutuhkan hal lain untuk mendukung risetnya. Liron bangkit dari duduknya dan membiarkan komputer itu tetap menyala. Sekarang dia berpindah menuju laman publikasi jurnal penelitian. Banyak  manusia ternyata tertarik dengan kasus patah hati. Liron mengangguk beberapa kali saat mencerna informasi. Manusia bisa mati karena patah hati, penyihir juga demikian. Pemicunya saja yang berbeda. Setidaknya inilah titik temu yang digunakan para penyihir untuk menjadikan manusia sebagai obyek penelitian, tanpa mereka ketahui.

Akan tetapi, betapa pun menariknya kasus ini, tidak banyak studi mengenai sindrom patah hati ini. Sehingga tidak banyak hal yang bisa dijadikan acuan. Kurangnya sumber menyebabkan semua hal jadi nampak lebih abu-abu.

“Jelas sulit menemukan hubungan antara keadaan emosi dan perubahan otot jantung. Jantung hanya organ sedangkan emosi dirasakan oleh hati,” Liron bergumam sendiri. “Wajar jika tidak banyak sumber yang bisa dijadikan acuan.”

Satu hal yang pasti, gadis itu memang menderita sindrom patah hati dilihat dari rekam medisnya. Dari tes echocardiogram  dan cardiac magnetic resonance (MRI) scan, memang terlihat kalau jantungnya tampak membesar dengan cara yang tidak normal. Selain itu, hasil angiogram  juga mengatakan tidak adanya penyumbatan dalam arteri koroner. Namun, perubahan bentuk terlihat pada ventrikel kiri. Ventrikel kiri yang digambarkan mirip tanda cinta dalam anatomi mulai mengalami perubahan bentuk. Bagian itu berkembang mirip vas bunga dengan bagian atas menyempit dan bagian bawah menggembung. Bisa dibilang mirip kepala gurita. Dia rasa, kondisi inilah yang membuat Cassie benar-benar terdiagnosis dengan sindrom patah hati dibandingkan penyakit jantung lainnya.

Gejala kambuhnya penyakit ini mirip dengan serangan jantung. Simptom pertama sindrom patah hati adalah ketika otot jantung tiba-tiba melemah atau lumpuh lalu salah satu bilik jantung berubah bentuk hingga mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah.

Mungkinkah Cassie juga menderita sejenis penyakit selain syndrom patah hati? Kalau syndrom patah dikenal juga dengan sindrom Takotsubo di dunia manusia. Apakah ada sindrom pendamping? Kalau depresi, jenis apa yang alami, seasonal depression mungkin. Semua ini harus dicari tahu lebih mendetail mengingat orang yang menderita sindrom ini umumnya mengalami tekanan emosional atau kelelahan fisik. Tekanan ini yang akhinya mendorong munculnya depresi dan mereka terbunuh, bukan karena sindromnya tetapi karena depresi. Patah hati hanya pemicu, pembunuh utamanya adalah depresi. Well, sulit menentukan apakah gadis itu depresi atau tidak jika hanya berdasarkan laman media sosial.

Akan tetapi, apa sebabnya? Kenapa Cassie mengalami semua itu?

Minimnya penjelasan soal gadis itu menjadi persoalan yang lebih pelik. Sedangkan pada kasus lain belum terjelaskan penyebabnya dan masih menjadi misteri. Satu teori menyebutkan kalau trauma akan menyebabkan kenaikan adrenalin hingga ke level yang berbahaya untuk jantung. Masih teori lagi, hanya ini saja kemajuan ilmu pengetahuan mereka. Liron berdecak kesal. Jemarinya membenarkan letak kacamata lalu kembali fokus membaca.

Selain penyakit, menurutnya patah hati akan memicu tindakan lain yang berujung bahaya. Pembunuhan atau bunuh diri misalnya. Liron menarik napas panjang setelah membaca jurnal penelitian yang dipublikasikan oleh tim peneliti salah satu universitas ternama di dunia manusia. Mereka cukup brilian untuk volume otak yang tidak terlalu cerdas. Manusia memang kurang pintar hanya saja mereka memiliki kesamaan dengan kaum penyihir.

Selain itu, sejauh ini belum ditemukan penyembuhan secara medis. Mungkin memang obat tidak lebih mendesak daripada penemuan obat kanker misalnya. Karena memang sindrom patah hati tidak membunuh secara masal, namun sindrom ini menyebabkan kematian untuk sebagian kecil manusia. Sedangkan di dunia penyihirnya kasus patah hati bisa menjadi masalah besar.

Untuk penyihir, sindrom patah hati akan menyebabkan abnormalitas perapalan mantra. Semua mantra akan sepuluh kali lipat lebih berbahaya jika penyihir sedang mengalami patah hati. Kekuatan itu akan membunuh lebih cepat daripada serangan jantung pada manusia.

Penyihir yang cukup bijak dengan memblokade semua jaringan mantra. Efek sampingnya bisa ditebak, pembuluh darah yang menjadi jembatan mantra itu akan menutup. Darah akan tersumbat dan penderita akan mendapatkan serangan jantung. Kombinasi ledakan mantra dan serangan jantung membuat penderita akan meninggal seketika tanpa bisa ditolong.

Itu bukan masalah sebenarnya, yang jadi masalah adalah ketika ada penyihir yang tidak punya otak. Jangankan menghambat aliran mantra, mereka mengarahkan kekuatan pada orang lain. Tentu saja, akan menimbulkan kerusakan yang fatal. Inilah yang jadi dasar studi yang dipilihnya, masalah perasaan yang berakibat buruk.

Semua itu terjadi karena penyihir pada dasarnya kaku. Perasaan mereka juga sekaku sifat alamiahnya. Ketika jatuh cinta maka dia hanya akan mencintai pasangannya. Berbuat serong bukan sifat alami penyihir. Itu sifat manusia. Sifat bawaan manusia yang kadang gemar berselingkuh juga menjadi topik ujian di bagian lain. Selain itu, kegemaran manusia mengobral janji palsu lalu mengingkarinya juga menjadi topik tersendiri. Topik yang menarik, hanya saja kajian tentang patah jauh lebih menarik. Sayangnya penyihir tidak punya sifat itu. Mereka terikat sumpah serta mantra saat memilih pasangan. Tidak ada perselingkuhan, tidak ada janji palsu, semuanya berjalan sesuai ritmenya.

Mengingat menurut sebagian pendapat, hampir delapan puluh persen penyihir terbawa perasaan. Jadi kalau dia bisa memecahkan masalah ini maka dia akan menolong paling tidak delapan puluh persen populasi penyihir. Itulah kenapa patah hati menjadi hal yang paling penting. Jika penyihir bisa menemukan cara untuk menyembuhkan patah hati manusia yang gemar berselingkuh dan mengobral janji maka mungkin akan ditemukan pengobatan untuk patah hati di dunia penyihir. Jika dia menemukan cara ini maka kemajuan medis di dunia penyihir akan maju minimal sepuluh tahun lebih cepat. Mencatatkan diri dalam sejarah dengan tinta emas itulah tujuannya. Dia cukup bersyukur, tidak pernah bermasalah dengan hati dan perasaannya, semuanya normal. Mantra dalam tubuhnya juga tersegel sempurna dengan kontrol yang tepat.  Dia adalah pilhan yang sempurna untuk tugas ini.

Liron menguap berlahan, merenggangkan tangan lalu beranjak berdiri dari kursinya. Hampir pukul tiga. Lihat, betapa dia nyaris melewatkan semalam penuh untuk belajar. Sedangkan manusia-manusia itu pasti sedang tidur atau malah bermain di dunia maya pada jam segini. Dia bergerak ke dapur untuk mempersiapkan sajian istimewa untuk gadis itu. Ramuan pertama harus siap. Gadis itu tidak akan bisa menolak tawarannya. Tidak akan bisa. Dia akan datang nanti dan menyantap ramuan itu. Ramuan pertama untuk penyembuh patah hati sebelum dia berangkat ke dunia manusia esok hari, setidaknya gadis itu harus mencicipi oleh-oleh dari dunia penyihir.