Suicide Mission

by | Apr 2, 2018 | Marvelous March | 2 comments

Sisa kenangan yang terkubur di dalam memori masih saja menghantui diriku pagi ini. Ya, tepat di bulan ini satu tahun lalu kita bertemu. Untuk pertama kalinya dalam hidupku ada seseorang yang berani menghunuskan sebuah pedang padaku. Bukan hanya itu saja. Dalam sejarah kerajaan, tak ada satu pun yang bisa membantingku hingga jatuh ke tanah. Tapi dia bisa melakukannya. Padahal dia hanya seorang gadis. Secara harfiah, aku yang memiliki postur tubuh kekar seperti ini tidaklah mudah untuk dijatuhkan oleh seorang gadis kurus seperti dia. Tapi, nyatanya dia bisa melakukannya. Ya, dia bisa membalikan keadaan dan membuatku tersadar bahwa kekuatan fisik bukanlah segalanya di atas dunia ini.

Gadis berambut biru panjang dengan pupil yang menyerupai langit cerah pada pagi hari itu. Menyimpan sebuah kekuatan di mana dia bisa mengatur massa tubuh sesuai keinginannya sendiri. Begitu mudah, dan begitu cepat baginya untuk bisa mengalahkanku. Bahkan setelah aku dipermalukan di depan raja olehnya, dia masih saja menunjukan sikap sportif kepada semua orang yang menyaksikan.

Sejak saat itu, aku tersadar bahwa aku tidak boleh menganggap remeh siapapun lawanku. Tak peduli fisiknya bagaimana, tak peduli dia dari ras terendah sekalipun. Toh, dia yang berasal dari ras Elf saja bisa melempar jatuh seorang Bersekers seperti diriku.

Aku akan mengenalkannya pada kalian. Namanya adalah Kya. Dia seorang Elf dan tergolong pada kaum Elf terlemah yang pernah ada di dunia ini. Tubuhnya kurus, bahkan dia lebih mirip seperti orang yang sakit-sakitan. Sebuah bayangan hitam tebal menggantung di matanya, menjelaskan bahwa dia tidak pernah tidur sepanjang umurnya. Ya, dia tidak boleh tertidur sama sekali. Jika dia tidur, maka keseimbangan dunia ini akan hancur dalam hitungan detik. Raja yang mengetahui ancaman itu segera mengundang dia ke kerajaan. Mencoba mencarikan cara baginya agar bisa tertidur tanpa perlu takut akan kehilangan kendali diri dan menghancurkan dunia. Jadi, setelah pertarungan antara aku dan Kya selesai. Raja memintaku untuk terus mengawasi dirinya.

Selama aku mengawasinya kami mengalami banyak hal. Entah itu dari segi cinta, rasa sakit, perjuangan, amarah, bahkan kebencian sekalipun. Kami telah melewati berbagai hal selama setahun belakangan ini. Dia adalah sosok yang sabar. Dia rela menahan kantuk yang datang demi menyelamatkan seluruh ras yang ada di negeri ini. Bahkan dia rela mengikuti banyak penelitian terhadap kekuatan yang dia miliki. Hingga satu waktu aku mendengar ucapan dari beberapa peneliti bahwa Kya adalah jelmaan Eve si Ratu Elf yang bisa menghancurkan apapun yang dia mau dalam satu malam.

Apa yang aku dengar itu ternyata benar adanya, Kya sempat tertidur saat aku tak berada di dekatnya. Ya, saat itu aku menjalankan tugas yang diberikan raja. Menaklukkan negeri para siluman seorang diri. Sebagai jenderal tertinggi dan seorang berserk aku menyanggupi titah raja. Beliau adalah seseorang yang mempunyai ribuan strategi perang. Sudah banyak negara-negara lain hancur lebur karena kejeniusan yang dia punya. Lagipula, kala itu semua prajurit mengikuti Jendral Mavesh, kakakku, menuju medan perang dalam memperebutkan tanah bertuah. Sebagai satu-satunya kesatria terkuat yang tertinggal di istana, aku menyetujui titah tersebut secepat mungkin. Meninggalkan Kya sendirian di dalam ruang kamar yang tak memiliki kasur itu.

“Eldric, jangan pergi. Apa yang terjadi padaku nanti bila aku tak mendengar suaramu.”

“Eldric, jangan pergi. Apa yang terjadi padaku nanti bila aku tak mendengar suaramu.” Itulah kata yang keluar dari bibir tipis Kya untuk menghentikanku.

Andaikan saja aku tidak pergi dan meninggalkannya. Mungkin saja Kya dan seluruh kerajaan tidak akan menjadi seperti ini sekarang. Sebelum dia tertidur, bawahanku Arnoley, mengatakan bahwa dia melihat sebuah aura gelap yang terpancar dari tubuh Kya. Mirip seperti tawa iblis yang menyeramkan dan memancarkan kebencian yang luar biasa. Dia mengatakan bahwa dia telah mencoba menghentikannya. Bahkan dia mencoba menampar keras wajah Kya agar gadis itu membuka mata. Namun malangnya Kya tetap tak terjaga. Bayangan itu mengambil alih semuanya. Dia melempar Arnoley yang berbadan buncit itu keluar dari jendela lewat tatapan mata. Lalu menghancurkan empat bangunan kerajaan dalam waktu sepersekian detik. Setiap langkahnya yang mengarah ke istana, bangunan-bangunan yang berada di dekatnya pasti hancur. Banyak warga yang tewas dan terluka karena perbuatannya itu. Hingga raja turun tangan sendiri. Arnoley yang terluka parah saat aku sampai di istana mengatakan, bahwa Kya telah membunuh raja dengan cara yang begitu tragis. Tubuh raja dia terbangkan di udara. Lalu ketika tangan Kya mencengkram di udara, badan raja remuk dan pecah berkeping-keping. Hancur dan menyiksakan darah tepat di halaman istana.

Profesor Clats dari ras kurcaci telah berupaya menyelamatkannya. Membuatkan dia sebuah kurungan sakti. Namun dengan adanya kurungan itu mungkin saja kami masih tetap tidak bisa mengekang kekuatan yang dia miliki. Tepat pada pertengahan Maret tahun ini yang berarti dua hari lagi, profesor akan menyelesaikan penangkal kekuatan Kya itu. Sementara  gadis yang masih tertidur dengan nyenyak itu terus menebar teror kehancuran. Aku dipaksa untuk mencari celah agar bisa memancingnya terjaga.

“Kau bisa melakukannya Eldric. Ingat, Kya selama ini hanya mendengarkan kata-katamu,” Profesor Clats mencoba meyakinkan aku yang masih menatap hampa ke arah kerajaan.

“Kau hanya perlu memancing dia keluar dari istana yang telah hancur, sisanya biar aku dan beberapa prajurit lain yang akan membereskan semuanya.” Mata besar milik profesor menunjukkan rasa percaya dirinya padaku.

“Apa Anda yakin bahwa kita bisa menyelamatkan Kya dan tidak membunuhnya?” tanyaku ragu.

Profesor mengangguk, jubah kumalnya yang ditiup angin malam berkibar di depanku. Kaki mungilnya melompat ke arah sebuah batu besar di depan kami. Aku bisa menyaksikan tubuh kecil berwarna hijau tua itu berkilau karena sinar rembulan.

“Bawa pedangmu, setidaknya gunakan itu untuk melindungi dirimu dari serangan Kya. Jangan pernah menebasnya dengan pedang itu. Jika kau tidak ingin bernasib sama seperti raja,” kata Profesor Clats mengingatkanku.

Dia juga bilang bahwa Kya tidak akan menyerang bila tidak ada orang yang membuat dia terancam. Buatlah gerakan sesantai mungkin, jangan bicara padanya. Pancing dia dengan merangsang indra pendengarnya. Dia akan mengikuti suara yang keluar. Mudah dikatakan tapi itu sulit untuk dilakukan. Sudah banyak prajurit yang gugur dalam melakukan percobaan itu. Dan yang terakhir melakukannya adalah Mavesh. Dia balik lebih cepat dari aku. Setelah mengetahui apa yang terjadi pada kerajaan dan istana, dia mencoba melakukan hal tersebut sendirian. Namun malangnya, kata profesor, dia gagal dan tewas tepat di dekat ruang tahta.

Aku harus menyelamatkan Kya apapun caranya. Bahkan bila aku harus mati sekalipun, aku akan tetap menyelamatkan gadis yang telah tersiksa selama puluhan tahun itu. Profesor Clats mengatakan bahwa misi ini adalah misi bunuh diri, kemungkinan misi ini gagal ada pada angka sembilan puluh sembilan persen. Satu persen kemungkinan suksesnya ada pada keajaiban yang akan membangunkan Kya saat dia berada di dalam kurungan energi.

“Istirahatlah terlebih dahulu. Dua hari lagi, misi Marvelous March ini akan kita mulai.”

“Apa maksud anda dengan Marvelous March profesor?”

“Ini adalah misi di mana kita bertaruh pada keajaiban. Dan bila keajaiban itu terjadi, maka ini akan menjadi bulan Maret yang luar biasa pada kita semua.”

***

Selama ini Kya hanya mendengarkanmu.

Hari yang kami nantikan akhirnya datang. Setelah memasang baju zirah emasku dan menyarungkan pedang besar Excalibur di balik punggung, aku berjalan seorang diri memasuki istana. Kaca-kaca pecah, darah yang mengering, dan batu-batu besar bekas pondasi istana bertebaran di mana-mana. Ini mengerikan, istana benar-benar kacau dan hancur. Apa benar, aku bisa menyelamatkan Kya dari teror iblis yang menguasai tubuhnya?

Sejenak aku terdiam, teringat kembali dengan perkataan profesor. Selama ini Kya hanya mendengarkanmu. Benar, selama ini Kya hanya mau mendengarkanku. Dia hanya merespon dan menjawab apa yang aku katakan. Bahkan selama raja masih hidup saja, beliau tak pernah mendengar suara Kya. Dengan sedikit menelan paksa air ludahku, aku beranikan diri untuk masuk ke dalam istana.

Bau darah menghampiriku, bahkan aromanya lebih menusuk daripada di zona perang. Aku tahu semua warga berlindung di sini saat insiden Kya mengamuk. Tapi aku tak percaya bila akan separah ini. Daging-daging berongok di setiap tempat. Bahkan kepala anak kecil yang terpenggal hancur menghantam tembok menjadi hiasan yang memilukan untuk aku lihat.

“KYA! Apa kau di sini?” inginku teriakan kata itu untuk mencarinya. Namun jika aku mengutarakan satu kata saja, maka misi ini akan berakhir dan aku tak bisa menyelamatkannya.

Aku mencoba untuk masuk lebih dalam lagi, mendekati sebuah lorong yang biasanya akan segera menuju ke arah tahta raja. Namun sialnya, pemandangan tragis yang aku temui saat itu.

Demi Neraka! Aku menemukan Mavesh yang terpisah dengan tubuh bagian bawahnya. Bahkan ususnya berceceran di lantai. Ini benar-benar sebuah kegilaan terkeji yang pernah aku lihat. Satu-satunya keluargaku tewas dengan cara mengerikan seperti ini. Oh tuhan, aku mohon. Meski aku tak percaya dengan harapan tetapi aku ingin kau untuk mengabulkan permohonanku ini. Izinkan aku menyelamatkan Kya dari iblis yang berada di dalam tubuhnya.

Sembari menyeka buliran yang membasahi kedua pelopak mataku yang menangisi kematian Mavesh. Aku kembali berjalan mendekati ruang tahta. Profesor bilang aku hanya perlu memancingnya keluar istana, dan sisanya mereka yang akan menangani ini semua. Aku harus masuk ke dalam mendekati ruang tahta, setidaknya aku harus memastikan bahwa Kya berada di sana atau tidak. Jika dia tidak di sana, maka aku akan naik ke lantai selanjutnya.

Semakin aku mendekati pintu ruang tahta, semakin keras jantungku memompa, ini rasanya seperi sedang bermain cari dan sembunyi saja. Namun di permainan ini, jika aku tidak berhati-hati maka nyawaku sendiri yang akan melayang. Walaupun sebenarnya di dalam permainan yang seharusnya berdebar adalah yang dicari, tapi bagiku saat ini sebagai pencari akulah yang harus berhati-hati. Karena aku tak boleh terkejut dan membuat suara ketika bertemu dengan Kya.

Pintu ruangan terbuka sedikit, membuatku segera mengendap ke sisi lain ruangan dan menelusuri isi ruangan dengan mata elang yang aku miliki. Keringat tiba-tiba saja mengucur membasahi pipiku, saat kedua mata ini mendapati sosok Kya yang sedang melakukan gestur seperti orang kesurupan, meski seperti itu tapi Kya tak beranjak dari tempat dia berdiri. Ini mengerikan. Bahkan rambut biru cerahnya menggelap dan tampak tak terawat sama sekali.

Aku bersyukur dia tak melihat ke arahku. Jadi aku bisa melemparkan batu-batu yang sudah aku siapkan sebelum masuk ke sini. Batu pertama aku jatuhkan tepat di depan pintu ruang tahta setelah aku menjaga jarak sekitar dua puluh meter. Begitu cepat, bahkan aku sendiri tak sadar akan kehadiran Kya yang terlihat seperti lintah dengan mulut bergerigi tajam. Matanya berubah merah dan begerak cepat kesegala arah. Mencari sosok yang menebarkan suara tersebut. Dengan kata lain dia tengah mencari kehadiranku. Jantungku berdegup cepat. Selama ini aku menjadi seorang kesatria, tak pernah aku jumpai sosok yang membuat bulu kuduk berdiri seperti itu. Bahkan wujudnya lebih hina dari para ras siluman buruk rupa. Apalagi kekuatan dan kecepatan yang dia miliki, monster yang berada tepat di depan pintu tahta itu adalah moster paling mengerikan dari monster-monster yang pernah aku bunuh.

Belum sempat aku menarik napas makhluk mengerikan itu sudah berada di dekat tubuh Mavesh.

Dengan langkah hati-hati aku kembali mundur menjauh dua puluh meter lagi. Mencoba bersembunyi di balik sebuah dinding penyangga terlebih dahulu. Kemudian mengambil ancang-ancang lagi untuk melemparkan batu ke dekat jasad Mavesh yang berada cukup jauh di depanku.

Kya yang berwujud iblis merespon. Belum sempat aku menarik napas makhluk mengerikan itu sudah berada di dekat tubuh Mavesh. Rambutnya yang bergelombang itu menari-nari seperti ular yang kelaparan. Ini membuatku cemas, tapi aku harus menyelesaikan ini semua. Aku harus melemparkan lagi batunya ke sisi lain agar Kya bisa mendekati pintu depan. Namun saat aku mau melemparkan batu ketiga dentingan keras berbunyi dari lantai dua.

“Eldric lari lah, biar aku yang menghabisinya di sini.” Arnoely muncul dari atas. Membuat sebuah suara yang memancing Kya menuju tempatnya.

Demi neraka! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kya berhasil sampai ke lantai dua. Menyerang Arnoely secepat yang dia bisa. Pria buncit berkepala plontos itu menahan tiap serangan Kya dengan tameng emas miliknya. Namun sayangnya, senjata itu tak bisa melindungi dia terlalu lama. Arnoely terdesak. Di dekat pagar pembatasan lantai dua. Kya menganggkat tubuhnya dengan satu tangan, lalu melempar pria gemuk itu tepat di hadapanku.

“Kya, hentikan!” Aku berteriak sekuat mungkin.

Dia merespon, lalu muncul secara mengejutkan tepat di depan mataku. Wajah lintahnya sungguh menjijikkan. Segera aku hunus Excalibur untuk menghentikannya. Namun kecepatan yang dia miliki mampu membuatku terpental jauh hanya dengan sekali serangan.

“Cloch, tine, tairní helena, fuil, dubh, gáire mac tíre.” Mantra Berssekers aku rapal untuk merubah diriku menjadi sosok serigala besar yang haus darah.

Kuku-kukuku memanjang, bersamaan badanku yang mulai bertransformasi secepat kilat. Aku bisa merasakan liur menetes dari mulutku sendiri. Monster-monster harus dibunuh oleh monster. Maka ini jalan terbaik supaya aku biaa menyelamatkan Kya dari teror iblis di dalam dirinya. Namun sialnya, meskipun aku sudah berubah menjadi manusia serigala, Kya masih saja bisa mendekatiku. Gerakannya terlalu cepat dan sulit untuk dibaca, sehingga dia bisa mengangkat tubuhku. Lalu melemparkanku sejauh mungkin dengan satu tangan.

Aku bersyukur, dia melemparku ke arah halaman istana. Jadi semua telah berjalan sesuai rencana. Syukur saja aku ini dalam mode siluman. Jika tidak, mungkin aku sudah mati saat ini. Sekarang saja, aku bisa merasakan bahwa beberapa tulang rusukku remuk dan tulang punggungku patah.  Bahkan setelah terbatuk-batuk sedikit aku merasakan darah keluar dari mulutku. Benar-benar kekuatan penghancur yang gila.

“Kya! Ini aku Eldric, aku datang untuk membangunkanmu dari tidurmu. Bangunlah sayang!” jeritku dengan suara serak.

Kya muncul secepat kilat di hadapanku lagi. Tangan kanannya mengambil ancang-ancang untuk menusuk jantungku. Tapi sebelum dia melakukannya, Profesor Clats muncul dari belakang dengan langkah yang terdengar oleh Kya. Sebuah mantra dia rapal. Lalu secara mengejutkan, tiba-tiba saja kurungan energi berbentuk lingkaran setan muncul mengekang tubuh Kya secepat mungkin.

Gadis itu meronta dari balik kurungan. Dia mencoba menghancurkan penghalang tersebut dengan berbagai cara. Namun benda yang profesor katakan terbuat dari lima batu alam. Dan darah Croste si Dewa Naga pemberi harapan tak bisa dia hancurkan begitu saja. Semua prajurit datang, berdiri membentuk lingkaran, mencoba menyalurkan energi suci yang mereka punya untuk melemahkan kekuatan Kya.

Dengan terbata, aku mendekati kurungan maut itu. Mencoba bicara kepada Kya yang berada di dalamnya.

“Kya, ini aku. Sadarlah! Buka matamu.”

Dia masih meronta dan tak mendengarkanku sama sekali.

“Aku mohon Kya, sadarlah! Aku tahu kau di sana.”

“Kya!”

“Buka matamu.”

Aku terus berteriak memanggilnya. Mencoba mengikis kurungan dengan pedang besarku. Aku tak memiliki rencana lain selain masuk ke dalam kurungan, menghentikannya dengan segala cara yang aku punya. Persetan dengan hidupku! Aku hanya ingin Kya sadar dan membuka matanya.

“Jangan kau buka El, dia akan membunuh kita semua!” Clats berteriak mencoba menghentikanku.

Masa bodoh! Demi nereka terdalam, aku harus masuk. Aku ingin Kya-ku kembali.

Tusukan Excalibur membuat celah untukku. Entah kenapa, kurungan yang tak seharusnya bisa terbuka ini pecah satu sisi oleh kekuatan siluman yang merindukan kekasihnya. Aku berhasil masuk, menerobos kurungan energi dan merapalkan mantra kecepatan.

“Aingeal céim.”

Satu-satunya mantra terkuat yang aku punya lepas dari mulutku. Dan itu akan membuatku patah kaki akannya. Tiba-tiba saja badan ini menjadi ringan seperti bulu yang diterbangkan angin. Aku melesat sangat cepat mendekati Kya yang masih mengamuk. Badannya aku rangkul dengan sisa tenaga yang aku miliki.

“Kya, hentikan semua kegilaan ini. Aku di sini, hanya untukmu. Aku tidak akan pergi lagi,” bisikku pelan padanya.

Tubuhnya masih meronta, enggan untuk mendengarkan setiap ucapanku. Saat wajah lintahnya berbalik menatapku, saat itulah aku melayangkan mulut serigala ini mendekati bibir bundar bergerigi miliknya. Sebuah ciuman terjadi antara dua monster tepat di dalam kurungan yang melemahkan keduanya.

Aku bisa merasakan bibir itu, meski bau darah. Aku tetap melumatnya hingga aku merasakan kehangatan dan sensasi luar biasa pada bibirku sendiri. Perlahan-lahan aku merasakan tubuh serigalaku terkelupas sendiri, menghilang secara perlahan. Membuatku kembali menjadi manusia dengan baju zirah yang menutupi tubuhku. Juga secara perlahan aku merasakan sebuah perubahan pada tekstur bibir Kya, lidahnya mengecil dan bibir melingkar itu berubah menjadi normal seperti biasa.

Sedikit membuka mata, aku berhasil menemukan Kya yang dulu tepat di depanku saat ini. Dia kembali normal, energi dari kurungan ini berputar. Membuat bentuk layaknya ribuan kunang-kunang yang tengah menari di sekitar kami berdua. Namun malangnya, kesadaraanku makin goyah. Hingga akhirnya tubuh ini terjatuh ke tanah bersama dengan tubuh kurus gadis berambut biru panjang ini.

“El, kau kembali.”

* * *

REVIEW & APRESIASI

Aksarayana

Ndoro Yayang

  • Ide 76%
  • Plot 61%
  • Setting 55%
  • Karakterisasi 52%
  • Poin Tambahan 73%

Ide cerita bagus banget, Dadang. Ndoro suka ide tentang Elf yang bisa menghancurkan dunia kalau tertidur. Itu juga bisa jadi awal untuk cerita lain yang lebih besar. Sayang sekali eksekusinya masih Kurang. Kurang fokus dengan banyaknya hal yang diceritakan padahal jumlah kata terbatas.

Jika difokuskan pada satu adegan inti saat Kya benar-benar menghancurkan kerajaan maka cerita ini akan bulat. Dengan banyaknya penundaan maka ada logika yang bolong, jika Kya bisa menghancurkan dunia dalam waktu semalam kenapa Eldric harus menunggu. Jika menunggu maka kerajaan itu pasti akan hancur. Poin ini mungkin salah satu yang terlewat, Dadang. Selain itu, penambahan informasi yang mungkin diharapkan memunculkan twist malah menjadi informasi lain yang semakin membingungkan. Namun, jika memang ini sebuah awalan sebuah cerita yang lebih besar maka kelemahan dalam cerita ini masih bisa dimaklumi dan ditambal di chapter selanjutnya.

Yayang Gian

Yayang Octa

  • Ide 70%
  • Plot 68%
  • Setting 62%
  • Karakterisasi 60%
  • Poin Tambahan 76%

Cerpen ini sangat saya nikmati dari awal sampai akhir. Cerita petualangannya ditulis dengan cara yang sangat menarik. Setengah dari cerpen ini adalah adegan pertarungan, yang kalau dibaca, akan mengingatkanmu pada pertarungan ala medieval–and I’m a sucker for that!

EBI dan tanda baca pun enggak terlalu banyak yang harus diperbaiki sehingga saya bisa membaca dan me-layout saja tanpa matanya harus gatal–karena salah tanda baca dan lainnya.

Semangat, ya. ^^ Good job.

Total Apresiasi